TSUNAMI DRILL

“Hari ini kita akan lakukan Tsunami Drill!” teriak bu Anisa didepan kelas

Anak-anak kelas tiga saling memandang mereka tidak paham apa yang dimaksud oleh ibu guru.

“Tsunami Drill artinya kita berlatih menghadapi bencana tsunami!” terang ibu Anisa kembali

“Ohhh!” teriak anak-anak kelas tiga serentak

Kemudian ibu Anisa menerangkan apa itu tsunami drill dan bagaimana langkah-langkahnya dan lain-lain.

“Baik anak-anak!, nanti kakak-kakak dari BPBD akan menerangkan langkah-langkahnya lebih jelas,” terang ibu Anisa

“Ibu akan rapat dulu dengan kakak-kakak dari BPBD di ruang kepala sekolah, anak-anak di harapkan menyiapkan diri,” pinta ibu Anisa

Ali segera mendekati Noval dan Feri,” ayo kita main bola di lapangan belakang sekolah!” ajak Ali

“Ehmm, apa nanti ibu guru tidak marah?” Tanya Feri

“Ibu sedang rapat di ruang kepala sekolah, nanti dilanjutkan dengan latihan menghadapi tsunami, jadi kita tidak perlu ikut,” aja Ali

“Saya ikut ya,” sahut Iwan

Lalu keempat sahabat tersebut pergi ke lapangan di belakang sekolah dan bermain sepak bola disana.

Ketika sedang asyik bermain sepak bola, tiba-tiba dari sekolah terdengar bunyi lonceng sekolah.

“Kok bunyi lonceng ya?” Tanya Ali

“Ah, pasti untuk mengumpulkan anak-anak,” kilah Feri

Mereka melanjutkan bermain bola

Sedangkan disekolah anak-anak sudah mulai melakukan tsunami drill, dimulai dari kesiapan menghadapi gempa bumi, ditandai dengan bunyi lonceng sekolah anak-anak dan ibu bapak guru mengukuti instruksi dari kakak-kakak dari BPBD.

Saat gempa mereka berjongkok di lantai dan meletakkan tas mereka di atas kepala serta menjauh dari jendela kaca, setelah gempa berhenti kemudian ibu bapak guru memimpin anak-anak dikelas masing-masing untuk keluar dari ruang kelas menuju pekarangan sekolah.

Setelah itu tak lama kemudian bunyilah sirine, anak-anak bersama ibu bapak guru berjalan menuju ke escape building yang di pimpin oleh kakak-kakak dari BPBD. Di escape Building anak-anak diajarkan membaca doa-doa, sedangkan beberapa anak di ajarkan cara menolong korban yang luka dan sakit.

Sementara itu saat mendengar bunyi sirine Ali dan kawan-kawan yang sedang bermain sepak bola kaget. Mereka menghentikan permainan sepak bola.

“Apa itu sirine tsunami? Tanya Noval

Serentak mereka berlari menuju sekolah, namun karena panik mereka saling bertabrakan sehingga terjatuh di pinggir jalan, Ali, noval dan Feri terluka di lutut kaki dan di siku karena terguling di jalan saat menuju sekolah.

Seangkan Iwan dengan sigapnya berlari ke dalam sekolah, alangkah kagetnya mereka di sekolah sudah tidak ada orang lagi, ruangan kelas juga sudah di kunci. Sedangkan sirine tsunami masih terus-menerus meraung-raung.

Mereka berempat ketakutan dan berpelukan di tengah-tangah pekarangan sekolah sambil menangis memanggil-mangil ayah dan ibu mereka.

“Kita harus bagaimana, nanti kalau tsunami datang kita bagaimana,” renget Noval sambil terus menangis.

Tak lama setelah sirine tsunami berhenti dari pintu gerbang sekolah terdengar hirup piku suara anak-anak yang baru kembali dari escape building. Mereka heran melihat Iwan, Noval, Feri dan Ali yang menangis di tengah-tangah halaman sekolah.

“Ada apa Noval?” tanya ibu kepala sekolah

“Tsu.. Tsu..Tsunami” jawab Noval terisak-isak

Maka tertawalah semua orang yang baru pulang dari escape building saat mendengar jawaban dari Noval.

“Makanya kalau lagi ada tsuami drill jangan bolos,” nasehat ibu kepala sekolah sambil menggeleng-geleng kepala.

Kemudai kakak-kakak dari BPBD mendekati keempat sahabat tersebut untuk mengobati luka-luka mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s