KISAH “PEMILIK LAHAN” KOTA JAKARTA

Dia selalu datang pada saat musim hujan dan tidak ada manusia yang bisa menghambatnya, pemerintah DKI Jakarta dari jaman “Nabi Adam” sampai nanti di zaman”Dajjal” tidak akan mampu mengatasi sepenuhnya. Menjadi masalah dikota-kota besar, khususnya kota-kota yang terletak didataran rendah seperti DKI Jakarta.

Ini bukan gara-gara orang Jakarta suka buang sampah sembarangan atau tinggal di pinggir-pinggir kali atau alih fungsi lahan di puncak atau apalah…

Akar masalahnya sederhana, kota-kota yang tumbuh dimuka bumi ini dibangun dilahannya “AIR”, diatas tanah miliknya “AIR”, boleh dibilang Pemprov DKI Jakarta menyerobot tanah miliknya “AIR” dan setiap pemilik lahan datang pada musim hujan “sang penyerobot” akan kerepotan.

Jan Pieterszoon Coen (1619) saat menguasai Batavia sudah tahu bahwa masalah utama Batavia adalah “BANJIR”, namun mereka yakin mampu mengatasinya dengan pengalaman di tanah asal mereka, ilmu dan teknologi yang mereka miliki. Simon Stevin perancang kota-kota dan kanal Belanda membuat desain untuk Batavia, sehingga Batavia waktu itu mendapat julukan “Kota Surga Abadi”. Namun pak Jokowi tidak perlu berkecil hati dengan kejadian saat ini, ternyata si Londo itu juga gagal mengalahkan “BANJIR BATAVIA”, Batavia mengalami banjir besar pada tahun 1671, 1699, 1711, 1714, dan 1854.

Banjir kanal adalah salah satu solusi yang dipilih oleh pemerintah Hindia Belanda, dibeberapa kota cara tersebut berhasil dengan baik, namun tetap keberhasilan tersebut didalam tanda petik karena banjir seperti musim durian, ada musimnya (ada periodenya), ada periode banjir kecil, banjir sedang, banjir besar dan selanjutnya.

Banjir kanal sederhananya adalah mengalihkan volume air yang akan masuk ke sungai ditengah kota ke sungai buatan dipinggir kota untuk dibuang ke laut pada saat volume air meningkat. Apa yang direncanakan Gubernur-gubernur DKI Jakarta dari dahulu sudah baik tinggal realisasinya saja sehingga kota Jakarta bisa “Bebas” dari “Pemilik Lahan”.

By w&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s