KISAH PAK GEGAR DAN SAHABATNYA

Pada saat kuliah umum di Hyogo Building, ada cerita menarik dari pak Gegar (salah satu pakar Tsunami kelas dunia asal Indonesia)…. Beberapa hari setelah tsunami Aceh 2004 beliau langsung datang ke pulau Simeulu untuk melakukan penelitian tsunami, tepatnya di bagian UTARA pulau Simeulu.

Secara tak sengaja beliau bertemu seorang murid SD (yang kemudian menjadi sahabatnya). Murid SD itu menjelaskan tentang SMONG*, “ Setelah air surut sekitar 10-15 menit… kemudian datanglah gelombang besar melebihi tinggi pohon kelapa!”, Jelas anak itu. “Saat air laut surut itulah banyak orang berteriak SMONG!, SMONG!, SMONG!… kami semua berlari menuju bukit”, tambah anak itu.

Pak Gegar mangut-mangut mendengar penjelasan dari murid SD tersebut yang sangat memahami kearifan lokal SMONG yang telah menyelamatkan jiwa masyarakat Simeulu.

Beberapa bulan kemudian terjadilah gempa Nias yang dasyat, beberapa hari kemudian pak Gegar kembali ke pulau Simeulu untuk melakukan penelitian mengenai gempa tersebut, tepatnya di bagian SELATAN pulau Simeulu.

Secara tak sengaja pak Gegar kembali bertemu sahabat kecilnya yang ternyata sudah pindah bersama keluarganya kebagian selatan pulau. Anak kecil itu mencoba menjelaskan hal besar yang dipahaminya mengenai kejadian alam ini.

“Waktu itu air laut surut selama 15 menit, gelombang besar datang setinggi pohon kelapa, nah sekarang bisa bapak bayangkan sudah berhari-hari air laut surut, setinggi apa gelombang besar yang akan datang!”, jelas anak itu dengan takjub.**

Pak Gegar hanya tersenyum geli mendengar penjelasan murid SD sahabatnya itu…

 

*SMONG adalah kearifan lokal masyarakat di pulau Simeulu dalam menghadapai bahaya bencana tsunami dan terbukti telah menyelamatkan nyawa mereka saat tsunami 2004

**pada saat gempa dasyat 26 Desember 2004 terjadi pergerakan pulau Simeulu, bagian utara terangkat dan bagian selatan menurun (seperti jungkat jangkit), pada 2005 terjadi gempa Nias maka terjadi sebaliknya bagian selatan pulau Simeulu yang terangkat, karena tidak terjadi tsunami maka daratan yang terangkat itu terlihat seperti air laut yang surut.

w&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s