KAPAI KELING (Jebakan Segitiga Maut Kota Banda Aceh)

“tulisan ini untuk menyemangati kawan-kawan yang sedang mengerjakan tesis Jalur Evakuasi kota Banda Ace di S2 Kebencanaan Unsyiah: Sugeng Intoro, Zainal Abidin, Edi Syahputra Barus, Fachrul Razi, dkk”

 

“Tidak sedikit korban yang meninggal setelah mereka mengindahkan himbauan kami untuk menuju daerah zona yang kami teliti aman setelah bertahun-tahun pengalaman Tsunami”, Prof. Nadaoka menjelaskan pukulan sedih banyak koleganya di JSCE*.

 

+/-600 tahun yang lalu terjadi gempa dahsyat kemudian diikuti oleh surutnya air laut dan terjadilah tsunami besar yang menyeret sebuah kapal dagang India sampai ke gampong Doy di Ulee Kareng yang jaraknya cukup jauh dari pantai…

 

Sekitar tahun 1950-an ada rasa penasaran dihati ayah saya, heran mengapa ada jalan/daerah di gampong Doy Ulee Kareng yang di beri nama Kapai Keling (kapal Orang Keling/India), beliau baru mendapat jawabannya setelah terjadi tsunami 26 Desember 2004.

 

(Banda Aceh dimasa datang)

Tiba-tiba Terjadi gempa bumi yang dasyat diikuti surutnya air laut, serine pun berbunyi…

Orang-orang yang berada dikoridor utara kota banda aceh (kecamatan Kuta Alam dan Kecamatan Syiah Kuala) segera setelah gempa dasyat belarian menuju jalur evakuasi yang sudah di tentukan, tertib tanpa kemacetan, kendaraan-kendaraan parkir disekolah-sekolah seperti di SMP 2, SMA 3, MAN 1, dan lain-lain. Orang-orang melanjutkan berjalan kaki menyusuri jalur evakuasi menuju titik-titik aman/gendung aman yang sudah di tentukan seperti escape building dan gedung perkantoran dan gedung publik yang sudah disiapkan jauh hari oleh pemerintah kota. Sebagian besar orang masih belum yakin dengan bagunan escape building dan titik aman-titik aman yang sudah ditentukan pemerintah kota, mereka berusaha menyusuri jalur evaskuasi melewati jembatan simpang Surabaya dan jembatan Pango menuju kearah Aceh Besar.

Sesaat kemudian Walikota Banda Aceh, mendapat laporan bahwa tsunami yang akan menerjang kota Banda Aceh jauh lebih besar dari tsunami tahun 2004.

Jembatan Simpang Surabaya dan Jembatan Pango sudah mulai ditutup karena dipekirakan beberapa menit lagi air tsunami datang menerjang. Masyarakat diarahkan menuju ke Gampong Ilie Ulee Kareng dan selanjutnya menuju wilayah Aceh Besar.

-/+ 30 menit setelah gempa, tsunami yang sangat dahsyat menyerang kota Banda Aceh, orang-orang yang berada di escape building Ulee Leue, Alue Naga dan lain-lain sangat ketakutan. Namun malapetaka justru terjadi di kecamatan Ulee Kareng yang merupakan daerah hijau/aman, air tsunami menyerang dari segala arah, dari arah pesisir dengan arus yang cukup deras serta bergelombang dan dari luapan air Kreung Aceh  dan banjir kanal. Sebagian orang masih sempat naik ke lantai 2 atau 3 dari toko-toko dan rumah-rumah penduduk. Namun orang-orang yang masih berada di jalur evakuasi banyak yang menjadi korban, sebagian besar dari mereka menjadi korban Jebakan Segitiga Maut Kota Banda Aceh**.

Pada waktu yang bersamaan sebuah kapal pesiar Eclipse yang sedang merapat di Ulee Leue terseret kearah Ulee Kareng dan terjebak di Gampong Cueurih, kampung halaman saya.

Kejadian ini mudah-mudahan tidak terjadi, keberadaan escape building masih sangat kurang di kota Banda Aceh, terutama derah-daerah seperti di Syiah Kuala, Alue Naga dan daerah lainnya, bahkan daerah-daerah hijau/aman seperti Ulee Kareng pun perlu dibangun escape building agar kisah diatas tidak pernah terjadi. Masyarakat juga sepertinya “BELUM YAKIN” dengan keberadaan escape building, pada kejadian gempa besar April 2012 lalu, mereka lebih memilih mengungsi menuju Aceh besar (menjauhi laut). Gedung pemerintah dan gedung publik juga masih pelit dalam hal menampung masyarakat yang mengungsi, pada kejadian gempa April 2012 lalu, mereka menutup rapat pintu gerbang dan mengusir masyarakat yang hendak mengungsi.

*tulisan ini terinspirasi dari kejadian gempa dan tsunami Jepang 11 Maret 2011

**Kecamatan Kuta Alam, kecamatan Syiah Kuala dan kecamatan Ulee Kareng seperti dikempung oleh Samudra Hindia, Krueng Aceh dan banjir kanal (berbentuk segita karena Kreung Aceh dan banjir kanal bertemu disebuah titik), kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi segitiga maut apabila terjadi tsunami yang jauh lebih besar dari tsunami 2004

 

by W&23/9/2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s