Bukan Salah Bunda Mengandung (Memperingati Hari Pengurangan Resiko Bencana Dunia)

Bukan salah bunda mengandung, ungkapan itu mungkin cocok untuk menggambarkan kenyataan bahwa tanah air kita berdiri di ” Ring of Fire” sebuah ungkapan untuk daerah-daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi. Tentu ada kelebihannya, paling tidak tanahnya subur untuk pertanian dan dari ujung Sabang sampai ke ujung Meroke, kalau kita lihat peta tambang Indonesia, berderet kode hasil tambang yang di kandung bumi indonesia walaupun dampaknya tidak terasa bagi rakyat, beda halnya apabila terjadi bencana alam rakyatlah yang paling menderita.

Bicara bencana alam ternyata mayoritas dari kita termasuk katagori orang yang “tidak siap siaga” dalam menghadapinya, terlihat dari korban jiwa yang terjadi apabila terjadi bencana alam atau perhatikanlah kalau terjadi gempa misalnya, banyak dari kita yang belum tahu prosedur/hal-hal yang harus diperhatikan saat gempa.

Ancaman bencana alam seperti harimau yang sedang mengawasi mangsanya, kalau kita lengah ya…habislah…misal, kota Jakarta, tanpa disadari ancaman Gunung “anak” Krakatau sangat serius, saat ini Krakatau masuk dalam siklus 200 tahunan dan apakah anda tahu bahaya yang akan terjadi?

1. Bahaya mega gempa bumi, paling tidak di angka 8 SR dan apakah kode gedung di jakarta tahan untuk gempa sekuat itu?, bagaimana kalau kekuatannya seperti saat gempa Samudera Hindia 2004 sebesar 9,3 SR?

2. Bahaya Mega tsunami, kalau kita lihat dari paleo tsunami tahun 1883  dan  letusan-letusan jauh sebelumnya kemungkinan mega tsunami tak bisa dihindarkan

3. Bahaya Mega awan panas, seperti penjelasan No.2 kemungkinan mega awan panas menerjang Jakarta sangat besar

 

Itu 3 ancaman terbesarnya, selain itu ancaman yang tidak kurang berbahaya seperti debu vulkanik, penurunan suhu, gangguan iklim serta bahaya skunder akibat dari 3 bahaya besar itu seperti wabah penyakit, kelaparan, kekacauan/kegilaan dan lain-lain.

 

Apa langkah yang sudah anda lakukan? sebaiknya langkah-langkah dibawah ini anda pertimbangkan:

1. Mulai mencari informasi mengenai bencana tersebut

2. Siapkan jalur evakuasi untuk diri anda dan keluarga (jangan lupa disosialisasikan kepada keluarga), pertimbangkan jalur evakuasi alternatif, tandai letak gedung bertingkat yang kokoh untuk menyelamatkan diri.

3. Memberi informasi yang benar kepada keluarga anda, contoh informasi salah, kalau ada tsunami berlindunglah di mesjid atau gereja, yang benar adalah kalau ada tsunami naiklah ke gedung yang tinggi dan kokoh.

4. Pada saat bencana terjadi anda ber”hak” hanya menyelamatkan diri anda sendiri tanpa mempedulikan keluarga atau orang sekitar anda, bahkan kata ber”hak” bisa berubah menjadi “wajib”

 

Apakah pemerintah kita siap menghadapi bencana? misal pemerintah DKI Jakarta…apakah pernah anda temukan rambu-rambu jalur evakuasi? atau gedung-gedung yang disiapkan untuk evakuasi? hehehe..jangan harap…man. Andalah yang harus menyiapkan diri anda untuk menghadapinya…

 

Tetapi jangan anggap enteng bencana tahunan seperti banjir, badai dan lain-lain…mereka seperti srigala yang sedang mengintai…demikian juga untuk daerah-daerah lain, mulailah mengidentifikasi bencana yang mungkin terjadi di tempat anda….

 

Yah…hanya mengingatkan saja tidak ada maksud menakut-nakuti karena sebenarnya kalau kita “sudah siap siaga” “mereka” seperti harimau dan srigala dikebun binatang, bahkan ada ungkapan yang mengatakan “mari bersahabat dengan bencana“…kalau sudah begitu bukan salah bunda mengandung, mari kita makan di “bundo kanduang”*….

 

*Rumah Makan Padang

 

 

“SELAMAT HARI PENGURANGAN RESIKO BENCANA, 13 OKTOBER 2011”

waduh telat sehari….. ya udah biar telat asal selamat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s