Omar Ben Al-Khatab

22 September 2008

Perjalan sejarah agama Islam pernah mengalami beberapa titik menentukan, menurut parah ahli sejarah moderen salah satu titik kruisial adalah saat wafatnya nabi Muhammad.

Pada saat itu terjadi guncangan hebat di Madinah (ibu kota Daulah Islamiyah) sang Presiden dan juga seorang Nabi meninggal dunia, padahal Negara tersebut masih sangat muda.

Guncangan bukan hanya terjadi pada masyarakatnya tetapi juga terjadi pada beberapa pemimpinnya, salah satunya adalah Umar bin Khatab (yang di Eropa dikenal sebagai Omar Ben Al Khatab, yang kemudian oleh perwakilan masyarakat Madinah dipilih secara demokrasi menjadi Presiden ke 3 negara tersebut).

Hal ini bukan saja mengancam Negara muda tersebut tetapi juga mengancam kelangsungan Aqidah (kepercayaan) agama baru tersebut.

Pada saat diumumkan meninggalnya Nabi Muhammad beberapa pemimpin tidak berada di samping beliau sehingga dikirimlah utusan untuk memberi tahukan informasi penting tersebut. Umar bin Khatab kemudian bergegas mengunjungi kediaman nabi Muhammad dan beliau mengalami guncangan hebat dan sangat emosional. Kemudian beliau ke halaman mesjid yang terletak di samping kediaman nabi Muhammad dan berteriak ,”….Barang siapa mengatakan Muhammad sudah meninggal maka akan berhadapan dengan saya”, …benar saja tidak ada seorangpun yang berani menatap Umar bin Khatab.

Umar yang dikenal dengan kekuatan fikirannya, nabi Muhammad pernah mengatakan,”kalau saja wahyu itu tidak diturunkan kepada saya maka dia akan di turunkan kepada Umar,”…

Dan sahabat yang paling sering sumbangan fikirannya dijadikan perintah oleh nabi (semacam Keputusan Presiden) tiada lain adalah sumbangan fikiran dari Umar.

Namun pada saat nabi wafat Umar mengalami guncangan hebat…

Pada saat krusial tersebut…munculah Abu bakar As-Shidiq (yang dikenal dengan kekuatan hatinya dan termasuk orang pertama yang mengakui kenabian nabi Muhammad, yang kemudian oleh perwakilan masyarakat di Madinah dipilih secara demokrasi menjadi Presiden ke-2) di Mesjid tersebut dan memberikan pidato kenegaraan yang sangat singkat dan sangat menentukan…

” Kalau saja saudara-saudara menyembah Muhammad maka dia telah wafat, namun apabila saudara-saudara menyembah Allah maka Dia akan hidup selama-lamanya”, …Sebuah pidato yang luar biasa…saat itu juga Umar yang terguncang dan emosional terduduk lemas dan menangis….luar biasa….

Begitulah….negara muda dan agama baru itu bisa tetap eksis sampai saat ini dengan aqidah (kepercayaan) yang masih sama seperti saat pertamakali di proklamasikan…

Omar Ben Al-Khatab kemudian lebih dikenal di Eropa dibandingkan pemimpin Islam lainnya….Dia dikenal Adil, tegas dan hidup bersahaja…mampu memperluas wilayah Negara tersebut dengan sangat signifikan…

Ada yang menarik saat penaklukan Palestina…Umar di sambut oleh para pendeta pemimpin umat Nasrani di Palestina…kemudian beliau dipersilahkan masuk ke dalam Gereja utama tersebut….namun tak lama kemudian masuklah saat sholat zuhur …pemimpin pendeta menyiapkan sebuah tempat untuk Umar didalam gereja tersebut untuk sholat..namun Umar menolak dengan halus..dia lebih memilih solat di depat pintu masuk Gereja tersebut..maka sang Pendeta bertanya mengapa beliau tidak sholat di dalam saja…maka Umar menjawab,” Kalau saja saya sholat di dalam gereja ini saya khawatir umat Islam setelah kami tidak sungkan-sungkan untuk sholat di Gereja, itu akan sangat menggangu peribadatan umat anda dikemudian hari,”…Begitulah Umar bin Khatab… yang pandangannya jauh kedepan….yang terkenal dengan toleransinya yang tinggi…

Mudah-mudahan bisa menanbah wawasan kita…

 

w&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s