Bulan Melatih Diri Lebih Peduli…

19 September 2008

Saya punya kenangan tentang kakek saya…..

Pada umur 7 tahun saya sering di ajak kakek saya kepasar Peunayong di kota Banda Aceh. Setiap akan berangkat ke pasar tersebut beliau selalu membekali saya segepok uang Rp.5,- ..ya lima rupiah…saat itu duit lima rupiah masih bisa beli permen kojek 5 biji….dan selalu dengan pesan …,” Setiap kamu ketemu peminta-minta di sepanjang jalan beri uang itu dan pastikan sesampai di tujuan uang itu sudah habis “,…selalu dengan pesan yang sama setiap akan berangkat ke pasar tersebut.

Saat pertama kali mendapat uang lima rupiah segepok hati saya sangat senang…tapi begitu sampai di pasar Peunayong uang itu habis saya bagikan ke peminta-minta disepanjang jalan…. dengan berat hati ..terasa sedih di hati..uang segepok habis dibagi-bagi…

Namun setelah berulang kali hal tersebut terjadi ….saya merasa ringan saja memberi ke peminta-minta dan saat uangnya habis saya juga merasa senang …tidak sedih seperti saat pertama kali…

Kebiasaan itu berjalan terus sampai kakek saya meninggal dunia…

Segala sesuatunya memang harus di latih..termasuk kebiasaan baik, keiklasan dan lain-lain…

Bulan Ramadhan adalah adalah bulan dimana kita dilatih untuk lebih peduli kepada sesama….saat beban ekonomi terasa semakin berat…coba kita lihat disekeliling kita..adakah tetangga kita yang kekurangan…adakah anak yatim disekitar kita yang telantar….janda-janda miskin yang kesulitan menghidupkan keluarganya….saatnya kita berlatih dengan langsung mempraktikannya….

Semoga Ramadhan kali ini lebih bermakna….

 

w&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s