PENGUKURAN DAN PENENTUAN POSISI SUMBER GEMPABUMI

A. PENGUKURAN GEMPABUMI
Skala Kekuatan Gempa Bumi
Skala kekuatan gempa bumi diukur berdasarkan kuat atau lemahnya getaran. Kekuatan gempa bumi umumnya dinyatakan dengan skala Richter. Skala Richter didasarkan pada alat pengukur gempa bumi, yaitu seismograf Wood Anderson. Hasil pengukuran alat pengukur gempa bumi ini dengan cepat dapat diketahui berapa kekuatan gempa dan jarak antara lokasi pengamat dengan sumber gempa.
Skala kekuatan gempa bumi tidak hanya skala Richter saja, tetapi ada juga skala Mercalli dan skala Omori. Pada skala Richter, kekuatan gempa diukur berdasarkan getaran magnitudo. Akan tetapi, pada skala Mercalli dan skala Omori berdasarkan tahapan yang berkaitan dengan intensitas gempa.
Untuk mengukur intensitas kekuatan gempa, ada beberapa macam skala, antara lain :
1. Skala kekuatan gempa bumi menurut C.F. Richter
Skala Richter adalah skala logaritmis, dan setiap selisih satu skala perbedaan energi adalah 31,5 kali lebih besar.
C.F. Richter menyusun skala gempa bumi berdasarkan skala magnitudo (ukuran besarnya gempa) dengan menggunakan klasifikasi angka 0 sampai 8. Semakin besar angkanya, maka semakin besar magnitudonya.
Cara menentukan intensitas gempa menurut Richter adalah menggunakan jarak dan besaran amplitudo. Berikut ini adalah tabel skala kekuatan gempa bumi menurut C.F. Richter.
No. Magnitudo Klasifikasi secara umum
1 78 Bencana nasional (national disaster)
2 77 – 8 Gempa besar (major earth quake)
3 76 – 7 Gempa destruktif (destructive earth quake)
4 76 – 6 Gempa merusak (damaging earth quake)
5 74 – 5 Gempa keras (strongly earth quake)
6 73 – 4 Gempa kecil (small quake)
7 0 – 3 Goncangan kecil (small shock quake)
Skala Richter terdapat pada pesawat pengukur antara lain pesawat Anderson. Dengan model pesawat ini orang dengan cepat dapat membaca kekuatan atau magnitudo gempa, jarak episentrum dari pengamatan, serta besarnya amplitudo getaran gempa.
Jika jarak episentrum 300 km, dengan arah 30, sedangkan amplitudo menunjukkan 10 mm, maka kekuatan gempa (magnitudo) gempa adalah 5 pada skala Richter.
Sampai sekarang orang belum mampu meramalkan gempa bumi secara tepat, walaupun para ahli telah mampu menentukan daerah-daerah gempa bumi, namun meramalkan akan terjadinya gempa bumi, lokasi episentrumnya, serta besarnya belum terpecahkan.
2. Skala kekuatan gempa bumi menurut Mercalli
Mercalli menyusun skala gempa bumi berdasarkan skala intensitas gempa. Intensitas gempa suatu tempat adalah kekuatan gempa ditaksir berdasarkan eek geologis dan efeknya terhadap bangunan-bangunan dan manusia. Skala Mercalli disusun dengan menggunakan angka romawi. Berikut ini adalah tabel skala gempa bumi menurut Mercalli :
No. Intensitas Klasifikasi secara umum
1 I Getaran tidak dapat dirasakan oleh semua orang, kecuali orang yang sangat peka terhadap getaran
2 II Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang bergantung bergoyang
3 III Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terutama lebih satu lantai dan kendaraan yang sedang berhenti agak bergerak
4 IV Getaran dirasakan oleh banyak orang, pecah belah, daun jendela bergetar, dinding berbunyi karena pecah
5 V Getaran dirasakan oleh setiap penduduk. Barang-barang banyak yang berjatuhan, tiang tampak bergoyang, dan bandul jam dinding berhenti
6 VI Getaran dirasakan oleh setiap penduduk dan pada umumnya penduduk terkejut. Meja dan kursi bergerak, cerobong asap pabrik rusak
7 VII Getaran terasa agak kuat dan setiap orang keluar rumah. Bangunan banyak yang rusak, cerobong asap pabrik pecah dan getaran dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan
8 VIII Getaran terasa kuat. Dinding bangunan dapat lepas dari rangka rumah dan meja kursi terlempar, orang yang sedang naik kendaraan terganggu keseimbangannya
9 IX Getaran terasa sangat kuat. Kerangka rumah banyak yang terlepas, rumah tampak bergeser, instalasi air minum banyak yang putus
10 X Getaran agak dahsyat. Dinding rumah tergeser dari pondasinya, tanah terbelah, rel kereta api tampak melengkung dan banyak tanah longsor
11 XI Getaran terasa dahsyat. Bangunan roboh, jembatan putus, rel kereta api semuanya melengkung, pipa dalam tanah bengkok
12 XII Getaran terasa dahsyat. Bangunan hancur berkeping-keping, permukaan tanah bergelombang, banyak benda-benda yang terlempar ke udara
3. Skala kekuatan gempa bumi menurut Omori
Skala gempa menurut Omori secara umum hampir sama dengan skala kekuatan gempa yang ditulis oleh Mercalli, yaitu :
No. Derajat Klasifikasi secara umum
1 I Getaran lunak, tidak dirasakan oleh semua orang
2 II Getaran sedang, banyak orang terbangun karena bunyi barang-barang yang pecah dan bunyi jendela atau pintu berderit karena bergoyang
3 III Getaran yang agak kuat, pintu dan jendela terbuka
4 IV Getaran kuat, gambar di dinding berjatuhan dan dinding retak-retak
5 V Getaran sangat kuat, dinding dan atap runtuh
6 VI Rumah-rumah banyak yang roboh
7 VII Terjadi kerusakan umum

B. PENENTUAN LOKASI SUMBER GEMPA
Sebagaimana kita ketahui bersama, bagian kerak bumi terdiri atas beberapa potongan lempeng. Sementara itu, bagian mantle bumi yang bergerak secara konveksi menyebabkan adanya gaya geser yang diterima lempeng bumi pada bagian bawahnya. Hal ini tentu akan menyebabkan lempeng-lempeng bumi ini juga bergerak. Pergerakannya tidak dapat dirasakan oleh manusia karena berlangsung sangat lambat sekitar 0-12 cm pertahun. Namun terkadang pergerakan ini macet, sehingga terjadi penimbunan energi. Dan pada suatu saat energi ini akan dilepaskan dalam bentuk gelombang gempa.
Gempa menimbulkan gelombang badan (p-waves, s waves) dan gelombang permukaan (rayleigh waves, love waves). Gelombang -gelombang yang mempunyai kecepatan yang berbeda ini terekam dalam stasiun pencatat gempa. Jika terjadi gempa bumi, maka stasiun pencatatan gempa akan dengan segera merekam p-waves, s-waves dan gelombang permukaan. Dari pencatatan ini, diperoleh selisih waktu antara p-waves dan s-waves, semakin jauh jarak stasiun pencatat gempa dengan sumber gempa, tentu selisih waktu antara p-waves dan s-waves juga akan semakin besar. Dengan adanya kurva travel time, selisih waktu ini dapat dikonversi menjadi selisih jarak. Untuk mendapatkan posisi sumber gempa, maka diperlukan minimum 3 time historis dari stasiun pencatatan gempa.
Ilustrasi berikut menggambarkan konsep dasar penentuan lokasi sumber gempa, dengan menggunakan contoh gempa disekitar Mexico dan stasiun pencatatan gempa di Amerika Utara (IRIS).

Step 1. Selisih waktu antara gelombang primer dan gelombang sekunder (S-P time) diukur di masing-masing stasiun pencatatan gempa. S-P time mengindikasikan jarak ke sumber gempa, sama halnya dengan selisih waktu antara cahaya dengan suara gemuruh kilat yang juga mengindikasikan jarak. Dari hasil observasi dan analisis terhadap banyak gempa bumi, disusun korelasi antara S-P time dan jarak antara stasiun pencatatan gempa ke sumber gempa. Selisih waktu ini dapat dikonversi dengan menggunakan kurva travel time.

Step 2. Setelah diketahui jarak dari sumber gempa terhadap minimum tiga stasiun pencatatan gempa, maka lokasi sumber gempa dapat ditentukan. Untuk masing-masing stasiun pencatatan gempa digambarkan lingkaran dengan radius yang sama dengan jaraknya ke sumber gempa. Sumber gempa diperkirakan pada titik dimana ketiga lingkaran ini berpotongan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s